Ketahui Tingkat Efikasi Vaksin Covid-19 Yuk!

vaksin

Kaum milenial udah pada vaksin belum nih? Kalau sudah, kalian pakai vaksin jenis apa? Udah tau berapa tingkat efikasinya? Eh tapi tingkat efikasi itu apa sih? Mari kita bahas satu per satu…

Tingkat efikasi adalah seberapa bagus vaksin itu bekerja dalam uji klinis. Tingkat efektivitas adalah bagaimana vaksin itu bekerja ketika sudah diberikan kepada masyarakat umum. Artinya bila 100 orang divaksinasi dalam uji klinik dan tingkat efikasi menunjukkan 50 persen, berarti 50 orang yang divaksin itu akan kebal dari penyakit. WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia menetapkan setiap perusahaan pembuat vaksin covid-19 harus memastikan tingkat efikasi vaksin minimal 50%.

Nah kira-kira apa aja sih jenis-jenis vaksin yang ada di Indonesia? Disimak yaa Guys..

  • Sinovac

Vaksin ini berasal dari Cina, dengan tingkat efikasi 65% dan berstatus Berizin Darurat Pakai dari BPOM. Dosis dari Sinovac ini 0,5 ml sekali suntik dan penyuntikan dilakukan 2x dengan jarak 14 hari dari penyuntikan pertama. Kemungkinan efek samping nya yaitu nyeri otot/sendi, sakit kepala, muntah atau demam.

  • Astrazeneca

Vaksin ini berasal dari Oxford University Inggris dengan tingkat efikasi 70% dan berstatus Berizin Darurat Pakai dari WHO dan BPOM. Dosis dari Astrazeneca ini 0.5 ml sekali suntik dan penyuntikan dilakukan 2x dengan jarak 4-12 minggu dari penyuntikan pertama. Kemungkinan efek sampingnya yaitu nyeri otot/sendi, sakit kepala, muntah, demam, diare, menggigil atau flu.

  • Sinopharm

Vaksin ini berasal dari China National Pharmaceutical dengan tingkat efikasi 79% dan berstatus Berizin Darurat Pakai dari WHO dan BPOM. Dosis dari Sinopharm ini 0,5 ml sekali suntik dan penyuntikan dilakukan 2x dengan jarak 21 hari dari penyuntikan pertama. Kemungkinan efek sampingnya yaitu nyeri kemerahan pada area suntik, demam, sakit kepala atau lelah.

  • Novavax

Vaksin ini berasal dari Amerika Serikat dengan tingkat efikasi 89% dan berstatus Belum Berizin Darurat Pakai dari WHO/BPOM. Dosis dari Novavax ini 0,5 ml sekali suntik dan penyuntikan dilakukan 2x dengan jarak 21 hari dari penyuntikan pertama. Kemungkinan efek samping yaitu nyeri otot/sendi, sakit kepala, muntah atau demam. Vaksin ini belum digunakan dan baru akan tiba Semester II 2021 di Indonesia

  • Pfizer

Vaksin ini berasal dari BioNTech Jerman dengan tingkat efikasi 95% dan berstatus Belum Berizin Darurat Pakai dari WHO. Dosis dari Novavax ini 0,5 ml sekali suntik dan penyuntikan dilakukan 2x dengan jarak 21 hari dari penyuntikan pertama. Kemungkinan efek samping yaitu nyeri otot/sendi, sakit kepala, muntah, demam, menggigil atau bengkak dikelenjar getah bening. Vaksin ini belum digunakan dan baru akan tiba Semester II 2021 di Indonesia.

  • Moderna

Vaksin ini berasal dari Amerika Serikat dengan tingkat efikasi 94% dan berstatus Berizin Darurat Pakai dari WHO. Dosis dari Novavax ini 0,5 ml sekali suntik dan penyuntikan dilakukan 2x dengan jarak 28 hari dari penyuntikan pertama. Kemungkinan efek samping yaitu nyeri otot/sendi, sakit kepala, muntah, demam atau diare. Vaksin ini belum digunakan dan baru akan tiba Semester II 2021 di Indonesia.

Sekarang kaum milenial udah pada tau dong jenis-jenis dan tingkat efikasi dari vaksin yang beredar di Indonesia. Kalian yang belum vaksin ayo segera vaksin yaa, biar imun kalian bisa melawan virus covid-19. Jangan lupa tetep jalani protokol kesehatannya yaaa dan jaga kebersihan!



Berita terkait